Friday, 18 January 2019

Mengapa Orang Miskin Susah Kaya?

Maksudnya bukan orang miskin susah tapi kaya, tapi ada sebagian orang memang sulit kaya. Bahkan mungkin sebenarnya udah bekerja keras setiap hari, tapi kok nggak kaya-kaya..



Kaya dan miskin hanya masalah matematika.

Jika pendapatan kamu lebih besar dari pengeluaran, maka kamu lebih kaya. Jika sebaliknya maka kamu lebih miskin.

Pertanyaan sebenarnya adalah mengapa banyak orang tidak mampu membuat tabungannya lebih banyak uang?
  1. Godaan pengeluaran jangka pendek sangat tinggi. Diakon dan promosi barang murah sangat silau bagi banyak orang
  2. Tidak punya rencana jangka panjang. Banyak orang lebih menyisakan pendapatannya untuk ditabung dibandingkan menyisihkan terlebih dahulu.
  3. Tidak punya kebutuhan untuk mempunyai banyak uang. Coba perbesar kebutuhan bukannya keinginan, maka uang akan datang sesuai porsinya.
  4. Tidak mempersiapkan diri atas resiko masa akan datang. Hidup tidak selama sehat dan produktif. Saat sudah tua, baru menyesal tidak menyisihkan untuk saat itu. Terjebak pada kondisi itu, maka kita akan jatuh dalam utang
  5. Berpikir bahwa pendapatan sekarang sudah cukup, pqdahal hukumnya semua harga cenderubg naik. Namun kebaikan income hatus dengan usaha tetus menerus.
  6. Mengandalkan orang lain daripada diri sendiri. Berharap anak atau orangtua atau saudara menanggung segalanya, akibatnya sakit hati.
  7. Berhenti belajar. Padahal ilmu kita akan selalu kadaluarsa
  8. Pamrih, gengsi lebih besar dibandingkan sikap melayani dan rendah hati.
  9. Kadang kita menemukan bebek bertelur emas, tapi alih2 sabar menunggu bertelur, kita malah menjual bahkan memotong bebeknya.
Semoga menjawab.

Kapan saat terbaik membeli saham?

Simple rule: 

Beli saat merah dan jual saat hijau, jangan kebalikannya. Maksudnya adalah jangan beli saham pas harga sebuah saham perusahaan sedang naik terus, karna kalau udah naik terus brarti harga saham perusahaan itu sudah kemahalan.

Yang paling mudah untuk awam mungkin paling beli saham perusahaan bluechip pas harganya lagi JATUH. 

Contohnya, ihsg sempet jatuh akhir juli tahun ini. Banyak saham yg bisa dibeli dengan harga diskon. Tapi kita tentu tidak mengharapkan harga saham jatuh bebas, karna itu artinya ekonomi sedang buruk.

Secara umum, ingat untuk selalu beli saham saat harganya lebih murah daripada harga seharusnya. Tapi dengan syarat harus dicek dulu apakah fundamental perusahaan ini bagus atau tidak. Kalau fundamentalnya bagus dan harganya sedang murah, MUNGKIN cocok untuk dibeli. 


Teorinya sederhana tapi pada kenyataannya sangat sulit untuk dilakukan. Apalagi dimasa-masa saham lagi naik-naiknya, susah sekali ketemu saham yang undervalued (dibawah harga seharusnya). 

Ditambah kalau kita awam sangat sulit menganalisa perusahaan mana yg bagus atau tidak. Investor-investor hebat pun bilang kalau “it’s not easy””it’s really hard to beat the market.” Pada akhirnya memang susah sekali untuk mengetahui waktu yang “paling tepat” untuk beli saham.

Tambahan:

Jangan jual saham pas nilainya lagi jatuh; sederhana, kalau anda punya barang seharga 1 juta tapi ditawar orang 700 ribu apakah anda mau jual? Kecuali anda mau rugi karna sedang kepepet ya silahkan.

Mohon diingat, selama anda belom jual saham anda, anda belom untung ataupun rugi! Seperti tadi, anggap anda punya barang 1 juta, tapi ditawar orang 700 ribu. Selama belom deal dan dijual ya brarti anda belom rugi!! Kebalikannya, jika barang anda ditawar orang 1.3 jt, anda belom untung selama belom dijual. Jadi pasar saham itu seperti itu, tiap hari barang anda “ditawar” pasar; kadang lebih mahal, kadang lebih murah. Selama anda yakin barang yang anda punya nilainya 1 juta dan akan naik terus, santai aja tidak perlu pedulikan tawaran-tawaran ini.

Thursday, 17 January 2019

Uang BISA Membeli Waktu

Tanpa uang, saya bisa menghabiskan waktu berjam-jam sendiri mencuci, menjemur, dan menyetrika baju. 

Dengan uang, saya bisa menghabiskan waktu 10 menit saja untuk semua hal tersebut untuk menyerahkan dan mengambil baju kembali ke/dari laundry.


Tanpa uang, saya bisa menghabiskan waktu berjam-jam untuk belanja, masak, dan mencuci peralatan masak hanya untuk makan nasi dengan ayam bakar, tempe orek, dan tumis kangkung. 

Dengan uang, saya tinggal pergi ke warteg terdekat, makan dan bayar, total hanya habis 15–20 menit.

Dan banyak sekali contoh lainnya, tapi udah cukup nangkep kan idenya? 

Uang membuat saya bisa membeli waktu saya sendiri sehingga saya punya lebih banyak waktu luang, dan membuat saya bisa membeli waktu orang lain untuk membuat orang lain menggantikan saya mengerjakan hal-hal yang perlu saya lakukan.